Pages

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

KETENANGAN JIWA

Masalah hidup yang dihadapi sehari hari banyak menjadi pemicu seseorang menjadi stress, mulai masalah keluarga, karir, ekonomi dan yang lainnya. Apalagi di kehidupan yang serba cepat seperti sekarang ini. Banyak hal yang membuat seseorang merasa tertekan, kecewa dan tegang. Masalahnya tinggal pada intensitas. Bila stress itu terjadi terus menerus akan menjadi distress yang berujung pada depresi. Pada tingkat ini penderita kerap melakukan tindakan di luar akal sehat, bisa menjadi gila, bahkan tidak sedikit yang berujung dengan bunuh diri. Pertanyaannya apakah kita harus menghindar dari masalah? Jawabannya tentu tidak, sebab sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak akan terlepas dari masalah.
Banyak orang yang berdalih melupakan masalah dan mencari ketenangan jiwa, melakukan hal hal yang justru dilarang oleh Allah, Swt. Berjam jam nongkrong di tempat hiburan, menenggak minuman keras, sampai terjerembab ke jurang narkoba, hal hal seperti itu alih alih ingin mencari ketenangan jiwa dan melupakan masalah, yang terjadi malah sebaliknya yaitu menghancurkan jiwa dan menambah masalah sebab ketenangan yang dicapai dari hal hal seperti itu hanya ketenangan yang semu dan sekejap saja.
Islam sebagai Agama Rahmatan lilalamin, tentunya selalu siap memberikan solusi untuk menghadapi tekanan hidup dan mencapai ketenangan jiwa, bagi orang orang yang beriman tentunya tidak ada istilah kata stress. Sebab orang orang yang beriman ketika menghadapi permasalahan, yang dikedepankan adalah kepercayaan akan kasih sayang Allah Swt. Mereka percaya apabila diberikan cobaan hidup merupakan ujian untuk mancapai tingkatan derajat yang lebih tinggi dalam keimanan dan kehidupannya, sehingga mencari solusi untuk permasalahannya dengan jalan berusaha dan lebih mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta.
Orang yang beriman juga selalu berusaha mengatakan yang benar itu benar sekalipun pahit dirasakan, dia tidak peduli dengan cemoohan orang orang disekitarnya, asal berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan dan apa yang dikatakan benar dan ikhlas karena Allah Swt. Dan dia akan senantiasa memohon ampun atas segala dosa dosa yang telah diperbuatnya.
Untuk mendapatkan ketenangan jiwa dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi di dunia ini Islam menganjurkan untuk selalu menjaga silaturahmi antara sesama manusia, serta selalu menyayangi orang orang miskin yang ada di sekitar peduli dengan nasib yang dihadapi mereka dan senantiasa membantu mencarikan solusi untuk masalah kehidupan yang mereka hadapi, dan dalam pergaulan sosial seorang yang beriman tentunya akan lebih melihat ke bawah dari pada melihat ke atas yang justru akan membuat tekanan hidup akan semakin hebat.
Dan yang tak kalah pentingnya untuk mencapai ketenangan jiwa, sebagai Umat Islam, membaca dan mendengarkan serta menghayati ayat ayat Alquran merupakan hal yang perlu dilakukan setiap hari, sebab Al Quran merupakan wahyu Ilahi yang menjadi tuntunan hidup bagi orang yang beriman, dan di dalamnya terdapat pelajaran yang tak terhingga, sehingga mendengarkan serta membacanya akan menjadikan rasa tenang bagi jiwa. Wallohualambishowab….

COBAAN

Cobaan tentunya bukan hal yang indah untuk dijalani, tetapi cobaan dengan kesenangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, dan dua duanya sama pentingnya. Tidak mungkin seseorang menjalani hidupnya selamanya ada dalam kesenangan pun sebaliknya mustahil seseorang hidupnya selamanya ada dalam kesedihan, jika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, ketika kita berada didasar putaran roda, hanya ada satu arah berikutnya berputar naik keatas. Sesuatu yang perlu kita syukuri. Justru orang-orang yang diataslah yang perlu ketakutan. Karena dipuncak roda, hanya ada satu arah berputar turun kebawah.

Dulu Saya pernah bercerita tentang romantisme masa kecil yang tidak begitu indah. (dalam tulisan di Foto Ibu) Namun hal itu saat ini saya syukuri. Karena hal itu yang membuat saya menjadi lebih kuat. Dulu, ketika peristiwa itu terjadi, yang ada cuma rasa iri, dendam, caci maki atas ketidakadilan Tuhan. Namun sekarang saya hanya bisa bicara, Maha Adil wahai Engkau Pemilik Semesta.

Seorang teman pernah bicara, musibah yang hadir bertubi-tubi, dan menyentuh seluruh lini kehidupan kita : keluarga, cinta, rejeki, dll, itu adalah pertanda Tuhan tengah memberikan kesempatan kita untuk upgrade, untuk masuk ke tahap berikutnya yang lebih tinggi.  Bahwa ketika musibah dan cobaan itu datang, itu pertanda bahwa dimata Tuhan, kita sudah layak naik ke tahap pemahaman berikutnya, jika kita mampu melaluinya dengan baik.

Bahkan sang teman menegaskan bahwa cobaan kesedihan kadang diperlukan untuk melanjutkan hidup..maka BERSYUKURLAH...

CIRI CIRI ORANG CERDAS

Bagaimana Menurut Anda Orang yang cerdas?

Apakah dia seorang dengan pendidikan Formal yang tinggi, ataukah Orang tersebut mempunyai pengalaman yang luas, atau bahkan dia seorang yang buta huruf dan tidak pernah mengenyam bangku sekolah sama sekali ? Mungkin anda mempunyai kriteria – kriteria tersendiri tentang orang Cerdas, dan tentu saja apabila orang menganggap kita sebagai orang Cerdas kitapun akan merasa bangga, bukan begitu. ?
Bagaimana jika anda pergi ke dokter, kemudian sang dokter memberikan penjelasan tentang penyakit anda dengan gaya bahasa seorang ahli kedokteran dengan tingkat kesulitan yang susah dipahami oleh sang pasien. Atau mendapatkan penjelasan tentang dunia IT oleh ahli IT misalkan dengan gaya bahasa yang “melangit” (teknis detail) sehingga anda sendiri susah untuk memahaminya, Ataukah seorang Akuntan terkenal menjelaskan kepada kita yang awam tentang kondisi ekonomi global saat ini dengan gaya bahasa yang sedemikian luar biasa sehingga kita hanya melongo dan tengok kanan – kiri tanpa tahu makna apa yang dibicarakannya ? Apakah ini yang disebut seorang yang CERDAS, ataukah menurut anda ini yang dimanakan tingkat kecerdasan yang jauh diatas kita sehingga kita yang awam akan sesuatu hal tidak mengerti dengan apa yang dikemukakan oleh mereka semua itu.
Pernah dengar orang yang bernama MUHAMMAD ? pasti semua orang didunia ini pernah dan tahu siapa Muhammad itu. Ya, dia adalah Nabi yang membawa ajaran Islam yang saat ini mungkin menjadi agama mayoritas di Indonesia atau bahkan di dunia (tidak tahu klo di dunia lain apa juga menjadi mayoritas). Apakah menurut anda Beliau ini termasuk orang Cerdas, kalau saya menganggapnya ya, mengapa demikian. Terbukti dengan efek yang diberikan dari ajaran yang disampaikannya sungguh luar biasa sampai mendunia. Terlepas itu adalah ajaran yang memang ditakdirkan seperti ini, yang ingin saya tampilkan adalah bagaimana cara beliau ini menyampaikan kepada semua orang.
Pada awalnya beliau ini tidak menjelaskan sesuatu secara mendalam dan sangat detail, akan tetapi hanya dengan bahasa sederhana yang bisa dimengerti oleh banyak orang.  Apakah beliau ini suka beranalogi untuk menjelaskan sesuatu ? tidak juga menurut saya. Kecenderungan beliau ini menjelaskan sesuatu dengan melakukannya, karena tidak semua orang mengerti gaya bahasa seseorang, arah dan maksud pembicaraannya jadi jika dilakukan terlebih dahulu orang bisa sementara menirunya setelah itu mempelajari lebih detail.
Hal – hal seperti ini yang sering kita lupakan, bahwa kita tidak selalu berada di ruang lingkup masyarakat dengan tingkat intelegensia atau background pendidikan dan wawasan yang sama. Sehingga kita perlu berpikir cukup keras untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain dan orang lain bisa mengerti penjelasan kita.  Selamat mencoba untuk “membumi” jangan terus “melangit” karena di langit belum tentu banyak orang, mungkin yang banyak hanyalah benda – benda yang melayang yang sudah tidak memerlukan penjelasan anda.

KASIH SAYANG

KASIH SAYANG
Ditulis Oleh: Misbah


Sering kita merasa prustasi dan berputus asa ketika menghadapi suatu persoalan, berusaha sekuat tenaga berdoa sekhusu mungkin untuk bisa mencapai yang diharapkan.
Tapi doa tinggal doa, usaha tinggal usaha keadaan masih belum berubah, sering kita bertanya dimana kasih sayang Allah kepada kita? padahal sesuai dengan janjinya "berdoalah kamu, niscaya akan kukabulkan". 
Disini lah letak pangkal masalah yang banyak orang belum bisa mengungkapnya, kebanyakan hanya bisa mengeluh dan memvonis Jika Allah tidak sayang pada kita, padahal perlu diingat Kasih Sayang Allah bukan hanya terletak pada pemberianNYA saja, tetapi Kasih Sayang Allah ada di dalam penundaan pengabulan doa kita yang dimintakan, seperti halnya seorang ibu yang menolak permintaan anaknya untuk dibelikan petasan, sang ibu bukannya tidak sayang pada si anak tapi justru dengan penolakannya ia  menunjukan betapa sayangnya ia pada si anak.

JANGAN TAKUT UNTUK JUJUR

JANGAN TAKUT UNTUK JUJUR
Ditulis Oleh: Misbah
Suatu ketika saya membelikan anak suatu mainan yang lumayan mahal, dengan sangat gembira ia menunjukan mainan tersebut kepada kawan kawannya, sepulangnya ke rumah mainan tersebut rusak, saya sempat merasa kesal. Tetapi setelah dia becerita penyebab mainan tersebut rusak dikarenakan terjatuh oleh dia sendiri dan dia mengakui apa adanya serta meminta maaf, saya jadi luluh dengan kejujurannya.
Sering kali kita menemukan dalam kehidupan sehari hari selalu banyak yang kurang jantan mengakui kesalahan dan dengan gentle meminta maaf, sehingga berusaha mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahannya. Kejujuran diartikan secara baku adalah mengakui, berkata atau memberikan inpormasi apa adanya sesuai dengan kenyataan yang terjadi, dan kejujuran harus mulai ditanamkan sejak awal dan dalam segala aspek kehidupan.
Kejujuran merupakan faktor penting bagi seorang manusia. Kejujuran tidak bisa dinilai dengan apapun. Tetapi saat ini orang orang yang berani berkata jujur, berani memegang aturan apa adanya sangat sulit untuk bisa berkembang. Ketidak jujuran sudah menjalar ke semua sendi kehidupan masyarakat, dari mulai tukang beca sampai pejabat. Orang sudah tidak memperdulikan dengan aturan, tidak memperdulikan dengan syari'ah yang seharusnya selalu jadi tuntunan.Sekarang lebih dihargai orang yang berduit tidak peduli akhlaknya seperti apa dari pada orang punya kejujuran, orang yang jujur selalu dibatasi ruang geraknya supaya tidak bisa mengemukakan kebenaran dan informasi yang sebenarnya terjadi, orang yang jujur selalu diberangus, dipenjara, bahkan tidak sedikit yang sampai dilenyapkan dari muka bumi.
Bahayanya penyakit kemunapikan (tidak jujur) sangat lah besar, sebab dalam sejarah Rasul pun pernah kalah dalam perang Uhud yang disebabkan oleh sikap orang orang munapik yang tidak mematuhi perintah Rasul dan tergiur oleh harta rampasan perang yang tidak seberapa, sehingga akhirnya dikalahkan oleh Tentara kaum kafir. Ketidak jujuran bisa mengerogoti semua sendi aspek kehidupan berbangsa,bisa menimbulkan korupsi dimana mana, menimbulkan Kolusi dan Nepotisme, yang pada akhirnya bisa membawa kehancuran bagi bangsa dan negara tercinta.
Tetapi dengan semangat untuk menegakan kebenaran dan menunjukan pada dunia bahwa dengan kejujuran tidak akan jatuh pada jurang kemiskinan, dengan kejujuran tidak akan menjadi penghambat bagi perkembangan seseorang dan yakin akan pertolongan Allah Swt. marilah kita selalu berusaha jujur dalam berbagai sendi kehidupan, jujur dalam berpikir, jujur dalam berkata serta jujur dalam bertindak dengan memegang aturan apa adanya tidak tergiur dengan iming iming dunia yang tidak seberapa, dan mau untuk berkata yang sebenarnya terjadi….!, Jangan pernah takut untuk menghadapi kenyataan yang terjadi….jika itu BENAR..!!!”. Yakin Allah beserta Orang yang JUJUR.

SENYUM

Sahabat..ketika kepasrahan jiwa kita telah mencapai titik tertinggi, semuanya sudah dipasrahken kepada Allah, keyakinan akan pertolongan Allah yang telah bulat, keyakinan yang mantap bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan, maka tersenyumlah, lapangkanlah dada kita, lepaskan semua beban pikiran.

Sesungguhnya senyuman akan sangat bermanfaat bagi kita, senyuman yang muncul karena kepasrahan, senyuman yang dilakukan dengan keikhlasan, ketundukan dan keyakinan yang mantap akan pertolongan dari Allah akan membantu kita untuk menikmati hidup ini.

Sungguh dahsyatnya efek dari senyuman itu, senyum tanda ketentraman jiwa, senyum tanda optimisme, senyum tanda kebahagiaan. Apa gunanya kita bermuram durja, apa gunanya kita cemberut, bermuka masam sambil terus menerus menyesali, meratapi ujian atau cobaan yang menghampiri kita, bukankah dengan seperti itu akan malah menguras tenaga kita, pikiran kita, jiwa-jiwa kita menjadi galau, pikiran kita menjadi kacau dan cuma lelah, lelah dan lelah yang kita dapat, dan akan merusak badan serta pikiran kita. Alangkah ruginya kita ketika kita terlalu mendramatisir kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan yang sebenarnya hanya ringan menjadi berat dan menghimpit karena kita terlalu mendramatisirnya serta mengannggapnya sulit, energi kita terkuras untuk mengangkat beban yang sebenarnya ringan.

Alangkah indahnya ketika kita mampu menghadapi segala kesulitan dan cobaan itu dengan tersenyum, dengan lapang dada dan jiwa yang ikhlas, karena jiwa seseorang yang murah senyum akan memacu diri kita untuk dapat menikmati kesulitan, akan mampu mendorong otak kita berpikir jernih untuk menyelesaikan permasalahan. Senyuman akan mampu menjaga stock energy positif kita agar tidak habis terkuras untuk menghadapi permasalahan, karena sesungguhnya ujian dan cobaan itu adalah sebuah keniscayaan. Sahabat..simpanlah energy yang tersisa itu, hematlah dia agar kita mampu bertahan dalam menjalani perjalanan-perjalanan hidup kita.

Sahabat, tersenyumlah karena orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi orang yang paling mampu berbuat, orang yang sanggup memikul tanggung jawab, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Sahabat tebarkanlah juga senyummu untuk saudaramu, karena senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Berikanlah sebuah senyum yang penuh ketulusan, senyum yang benar-benar timbul dari hati kita. Seberat apapun permasalahan yang kita hadapi, maka tetaplah tersenyum, tetaplah tebarkan senyummu karena senyummu itu adalah obat dari kesedihanmu. Tertawalah dan tersenyumlah dengan wajar, dengan ketulusan, bukan tertawa dan tersenyum tanda kesinisan. Tertawa dan tersenyumlah sesuai kewajaran dan jangan berlebihan karena terlalu banyak tertawa juga akan mematikan hati.

Sahabat…yakinlah bahwa kemudahan itu pasti akan datang, tersenyumlah karena itu adalah tanda keceriaan, ujung rasa suka cita serta kegembiraan. Tersenyumlah, karena senyummu adalah kekuatanmu, dan tersenyumlah karena harapan itu masih ada. Selama kita masih diberi kekuatan untuk bernapas masih ada harapan untuk menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi. Maka …TERSENYUMLAH…

Hikmah Kematian

Sebuah Karya dari Harun Yahya.



Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.
Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.
Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.
Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.
Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.
Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.
Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)
Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

Membiasakan Diri Berbuat Kebaikan

Ditulis Oleh : Misbah.



Perbuatan baik yang dilakukan oleh setiap manusia akan selalu mendatangkan ketenangan dalam jiwa. Tidak ada akibat bagi orang yang selalu berbuat baik kecuali kebaikan dan kebahagiaan yang akan dia dapatkan, cepat atau lambat balasan kebaikan itu akan datang. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk berbuat baik dari mulai dengan hal hal yang beripat sepele seperti tersenyum pada orang lain dan membuang sampah pada tempatnya, sampai dengan kebaikan yang bersipat besar. Berbuat baik bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Hal yang paling sulit dalam berbuat baik adalah memulainya, karena memulai suatu pekerjaan atau kebiasaan lebih sulit daripada meneruskannya atau membiasakannya. Seperti halnya kita mendorong mobil yang mogok, kita akan merasa kesulitan ketika memulai mendorongnya mobil akan terasa berat untuk digerakan, tetapi apabila roda mobil telah mulai berputar maka beban mobil sepeti berkurang dan sangat mudah digerakan, walau hanya dengan satu orang. Begitupun dalam berbuat kebaikan akan terasa sangat kesulitan apabila kita akan memulainya, tetapi apabila sudah mulai dibiasakan maka akan terasa mudah dan menjadi kebiasaan serta menjadi tuntutan diri.

Kita sebagai orang Islam sudah semestinya selalu berkeinginan untuk memperbaiki diri, menambah kualitas diri, dan menjaga kestabilan iman kita. mengamalkan amalan sholeh yang benar-benar di contohkan oleh Syariah tanpa menambah dan menguranginya. dengan mencari ilmu dan mempraktekannya.

Semangat dan iman selalu naik turun. ketika kita sedang semangat dan iman kita sedang naik, maka kita sangat ingin melakukan amalan ibadah yang banyak dan selalu berkeinginan untuk berbuat kebaikan. akan tetapi jika iman kita sedang turun, maka terasa malas untuk melakukan ibadah yang banyak, begitu kuga akan terasa malas untuk berbuat kebaikan kepada orang lain.

Untuk menjaga kebiasaan diri dalam berbuat kebaikan tentunya kita senantiasa untuk menjaga kestabilan Iman dalam diri, selalu membiasakan dengan memulai dari hal hal yang terkecil seperti selalu memberikan senyuman kepada orang kita jumpai, menunjukan keriangan dan semangat dalam diri. Perbuatan baik yang bersipat kecil tetapi dilakukan dengan cara terus menerus akan sangat berarti bagi diri untuk bisa melakukan kebaikan yang lebih besar.



“ Kita harus senantiasa berbuat baik kepada sesama. Setiap kali anda melakukan kebaikan untuk orang lain, anda akan merasakan kepuasan batin dan kebahagiaan. “ 




APA YANG ANDA PIKIRKAN ITU YANG ANDA DAPATKAN

Ditulis Oleh:  Misbah


Dalam jiwa dan hidup manusia terjadi hukum tarik menarik, hukum tarik menarik yang terjadi dalam hidup manusia  menjadi misterius, sulit dimengerti, dan berpotensi menimbulkan putus asa karena semua tergantung pada pikiran dan hati manusia itu sendiri. Maka tidak heran apabila manusia senang berkumpul dengan yang memiliki hobi yang sama, karena disana terjadi tarik menarik  diantara orang yang memiliki sipat yang sama. Atau ketika kita memutar frekuensi radio RRI maka yang akan kita dengar adalah RRI, karena sinyal yang ada digelombang radio dengan yang ada di radio kita harus sama, begitu juga dengan yang terjadi dalam diri manusia harus ada kesamaan antara keinginan dan pikiran. Apabila seseorang menginginkan untuk sukses, maka pikirannya pun harus memikirkan kesuksesan.

Pada suatu hari saya berjalan jalan melihat seorang anak kecil yang sedang menangis dan di depannya ada seekor kucing yang lucu, dan anak anak yang lain berlalu lalang tampa menghiraukan dia, anak tersebut menangis karena ia merasa takut dengan kucing tersebut, karena dipikirannya dia merasa takut dengan kucing, sekalipun kucing tersebut kelihatannya lucu anak tersebut tetap menangis.

Saat itu saya sadar bahwa saya sedang menyaksikan hukum tarik menarik, dalam hidup kita sering dikerumuni dengan hal hal dan perasaan yang tidak perlu, dalam hati kita sering dihinggapi dengan perasaan yang sebenarnya akan merugikan kita sendiri seperti rasa pesimis dan rasa takut, sehingga yang terjadi dalam hidup adalah kegagalan dan menjadi penakut. Karena ketika pikiran dan hati kita memancarkan gelombang pesimis dan rasa takut maka secara otomatis akan menarik energi kegagalan dan rasa takut dalam diri, apabila dalam hati selalu dipenuhi dengan perasaan oftimis dan berani maka kesuksesan akan mudah didapat serta hidup menjadi seorang pemberani dan tidak berkeluh kesah.

Hukum tarik menarik juga akan berlaku dalam diri manusia apabila seseorang berkeluh kesah  maka energi negatif dari alam semesta akan masuk dalam diri anda sendiri, begitu juga sebaliknya ketika anda menikmati dan selalu mensyukuri apa yang didapat maka anda telah menarik energi positif dari alam semesta kedalam diri anda sendiri. Oleh sebab itu hati hati dengan ucapan anda dan yang ada dalam hati anda, sebab yang anda ucapkan dan anda pikirkan maka itu lah yang akan anda dapatkan sekalipun anda tidak menginginkannya.

Sikap Seorang Mukmin dalam Menghadapi Masalah

Seorang mukmin dengan ketakwaannya kepada Allah Swt., akan memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, maka masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan karena keimanannya yang kuat kepada Allah Swt. sehingga membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allah Swt. berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya. Dengan keyakinannya ini Allah Swt. akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya,
“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs At Taghaabun: 11)
Ibnu Katsir mengatakan, “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Swt.), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/137)
Inilah sikap seorang mukmin dalam menghadapi musibah yang menimpanya. Meskipun Allah Swt. dengan hikmah-Nya yang maha sempurna telah menetapkan bahwa musibah itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allah Swt. dalam mengahadapi musibah tersebut. Tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang mukmin.
Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allah senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut. Adapun orang-orang kafir, maka mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisab (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran hewan-hewan (ketika mengalami kesusahan). Sungguh Allah telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya,
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan.” (Qs An Nisaa’: 104)
Oleh karena itu, orang-orang mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan. Akan tetapi, orang-orang mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allah Swt..”

MELATIH DIRI MENJADI LEBIH IKHLAS

Ditulis Oleh : Misbah

Satu kata yang sangat mudah diucapkan tetapi sulit diimplementasikan dalam hidup adalah kata “ikhlas”. Karena Ikhlas bukan merupakan pekerjaan pisik dan bisa dilihat serta dinilai oleh orang lain secara langsung, keikhlasan hati seseorang hanya dapat diketahui sepenuhnya oleh dirinya pribadi dan Allah Swt. Banyak sekali para ulama yang mendefinisikan Ikhlas tetapi dapat disimpulkan bahwa Ikhlas adalah satu kondisi hati yang telah mencapai satu titik dimana dalam hati tersebut sudah tidak ada lagi pengharapan selain kepada mengharap ridhonya Allah, Swt. Dan ridho Allah Swt merupakan satu pengharapan yang tertinggi dalam hidup seorang muslim.

Suatu perbuatan yang bersipat duniawi akan mempunyai nilai ganda dan dicapai hasilnya oleh manusia apabila dikerjakan dengan hati yang ikhlas, seperti halnya dalam menjalankan profesi, apapun profesi yang dijalankan akan menjadi  berlipat ganda nilainya, keberhasilan  duniawinya bisa dicapai begitu juga ia akan mendapatkan pahala di sisi Allah Swt. pun sebaliknya suatu pekerjaan yang kelihatannya urusan akhirat akan menjadi sia sia dan hanya bernilai dunia saja apabila di dalam hati masih ada pengharapan dari manusia, seperti halnya, mengerjakan shalat dan mengeluarkan shadaqah akan menjadi sia sia apabila hanya ingin mendapat pujian dari manusia dan mengharapkan balasan dari sesama manusia.

Untuk melatih  diri supaya mempunyai  hati yang ikhlas, dan ini akan menjadi suatu kunci kebahagiaan dalam hidup manusia setidaknya ada tiga hal yang harus senantiasa dijaga dan dilaksanakan dalam hidup.
      Percaya pada Takdir Allah Swt.
Selalu sadar pada takdir Allah Swt, apapun yang terjadi pada manusia dan apapun yang diberikan Allah Swt kepada kita sebagai makhlukNYA setelah kita  berusaha dengan semaksimal  mungkin kita harus senantiasa mensyukuri dan menyadari bahwa itulah takdir Allah yang harus kita terima, Dengan kesadaran penuh bahwa sesuatu yang terjadi adalah takdir Allah  maka hati akan dengan legowo menerimanya, hati tidak akan menggerutu, tidak akan ada perasaan kecewa apalagi sampai ada rasa prustasi dan putus asa dalam diri manusia.
      Jangan berhenti belajar.
Tidak berhenti untuk belajar dimanapun dan kapanpun, dengan berbagai macam sarana yang tersedia pada saat ini belajar semakin mudah dilakukan tidak terikat dengan ruang dan waktu. Manusia yang selalu belajar untuk menambah ilmu pengetahuannya baik pengetahuan yang bersipat duniawi  maupun ilmu yang yang bersipat ukhrowi akan senantiasa terang hatinya dengan ilmu yang dimiliki sehingga akan semakin mensyukuri nikmat yang diberikan Allah Swt. dan akan ikhlas dalam mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawabnya selama hidup di dunia. Orang yang menguasai pekerjaan dengan ilmunya akan menjadi seorang profesional sejati dan melaksanakan tugasnya dengan hati yang ikhlas tidak sarat akan kepentingan kepentingan sesaat dalam menjalankan tugasnya, sehingga penghargaan akan datang dengan sendirinya, orang yang berilmu tidak akan pernah berambisi untuk mendapatkan suatu posisi apalagi sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan posisi dalam profesinya. Karena Posisi atau jabatan akan datang dengan sendirinya pada orang yang profesional dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya, Selain itu Manusia yang mempunyai ilmu akan mendapat kemuliaan disisi Allah Swt. dan juga akan menjadi panutan bagi lingkungan di sekitarnya.
      Jangan meninggalkan shalat
Jangan pernah melalaikan apalagi sampai meninggalkan shalat lima waktu, shalat merupakan pondasi utama dalam beragama bagi umat Islam, tidak dikatakan seorang Muslim yang baik apabila masih melalaikan shalat. Dalam shalat banyak terkandung bacaan bacaan dan doa yang bisa menjadikan hati manusia tenang, banyak ayat-ayat suci Al Quran dan dzikir-dzikir yang dibaca selama melaksanakan shalat. Shalat yang khusu akan membuat mendekatkan diri manusia dengan Rabbnya, sehingga semakin sering kita mendekatkan diri pada Allah Swt dengan cara menjalankan shalat fardhu dan shalat sunat terutama shalat malam, maka hatinya akan tentram dan tidak akan pernah ada rasa takut dalam menjalani hidup  di dunia dan hati akan semakin tertuju pada Allah Swt, meninggalkan pengharapan-pengharapan yang bersipat duniawi, dan itu lah yang menjadi tujuan utama dari ikhlas. Wallohualambisshowab.